Beranda / Panduan Awal
Baru mulai ngatur duit?
Ikuti urutan ini.
Tidak perlu langsung investasi. Fondasinya dulu: tahu uang pergi ke mana, punya bantalan darurat, baru uangnya disuruh bekerja.
Catat semua pengeluaran 1 bulan
Tidak usah dihemat dulu, cukup tahu bocornya di mana. Catat di notes HP atau buku kecil: tiap rupiah yang keluar. Setelah sebulan, polanya kelihatan sendiri: langganan yang tidak dipakai, jajan yang membengkak, ongkir yang menumpuk. Tanpa data ini, semua rencana keuangan cuma tebakan.
Hitung pembagian gajimu ›Bangun dana darurat tahap 1
Kumpulkan 1× pengeluaran bulanan di rekening terpisah, sebelum mikir investasi apa pun. Dana darurat adalah bumper: tanpa ini, satu kejadian tak terduga (motor rusak, HP hilang, tiba-tiba dirumahkan) memaksamu utang berbunga tinggi. Rekeningnya dipisah dari rekening belanja harian supaya tidak ikut kepakai.
Simulasikan target dana daruratmu ›Lunasi utang konsumtif berbunga tinggi
Kartu kredit yang cuma dibayar minimum dan pinjol berbunga besar adalah lubang paling dalam di keuangan pemula. Bunganya bisa puluhan persen per tahun, jauh di atas imbal hasil investasi apa pun yang realistis. Lunasi yang bunganya paling besar dulu, satu-satu, sebelum mulai investasi.
Cek istilah kredit di Kamus Duit ›Otomatiskan tabungan di hari gajian
Rumusnya dibalik: tabung dulu, sisanya baru dipakai. Begitu gaji masuk, pindahkan jatah tabungan ke rekening terpisah (atau auto-debet). Uang yang tidak terlihat tidak akan dibelanjakan. Setelah otomatis jalan, naikkan dana darurat dari tahap 1 ke target penuh: 3× pengeluaran untuk lajang, 6× untuk berkeluarga.
Coba aturan 50/30/20 ›Mulai investasi rutin dari nominal kecil
Baru di langkah 5 investasi masuk. Mulai dari nominal kecil di instrumen yang kamu pahami cara kerjanya: reksadana pasar uang atau reksadana campuran untuk pemula. Rutin tiap bulan lebih penting dari nominal besar sesekali. Dan ingat: tidak ada investasi yang pasti untung. Kalau ada yang menjanjikan itu, baca lagi langkah 3 soal skema bodong.
Pahami istilahnya dulu ›
Panduan ini bersifat edukasi umum, bukan nasihat keuangan personal. Kondisi tiap orang berbeda; sesuaikan dengan kemampuanmu. Baca disclaimer.